Rabu, 17 Oktober 2018

SEPUTAR MOKSA

Oke, selamat datang di blog tut ayu. disini saya akan mencoba untuk memberikan informasi seputar pelajaran agama Hindu terutama untuk tingkat sma.
Kali ini, saya akan membahas mengenai MOKSA.
Pengertian MOKSA:
Kata Moksa berasal dari bahasa sansekerta yang berarti membebaskan/melepaskan sehingga pengertian Moksa adalah terlepasnya Atma dari ikatan maya/duniawi sehingga dapat menyatu dengan Brahma/Tuhan.
Bagi orang yang telah mencapai moksa berarti mereka telah mencapai Satt Citt Anandha. Satt(kebenaran), Citt(kesadaran), dan Anandha(kebahagiaan abadi. Tubuh itu adalah sebagai alat untuk mencapai moksa yang disebut MOKSANAM SARIRA SADHANAM yang berarti bahwa tubuh itu adalah sebagai alat untuk mencapai Moksa..
CATUR MARGA YOGA
Ajaran Catur Marga Yoga adalah merupakan suatu jalan yang dapat ditempuh oleh semua orang untuk mencapai Moksa. Namun dalam menempuh jalan/marga ini sesuai dengan kemampuan masing-masing orang tersebut. Moksa dapat dicapai di dunia ini ketika masih hidup dan dapat pula dicapai setelah meninggal dunia.
Pembagian Catur Marga Yoga:
1. Bhakti Marga Yoga
Kata Bhakti berarti hormat,taat, sujud, menyembah dan kasih sayang. Ajaran Bhakti Marga erat sekali hubungannya dengan Tri Hta Karana. Orang yang menjalani Bhakti Marga disebut seorang Bhakta. Ajaran Bhakti Marga harus dikembangkan dengan menjalani ajaran Catur Paramitha yang terdiri dari Maitri, Upeksa, Karuna dan Mudita.
2. Karma Marga Yoga
Karma Marga Yoga adalah suatu jalan untuk mencapai kesempurnaan(MOKSA) dengan perbuatan/kebajikan tanpa pamrih.
3. Jnana Marga Yoga
Jnana berarti pengetahuan, Yoga berarti menghubungkan diri. Jnana Marga Yoga artinya mempersatukan Jiwatman dengan Paramatman dengan jalan mempelajari ilmu pengetahuan dan filsafat tentang pembebasan diri dari ikatan-ikatan keduniawian.
4. Raja Marga Yoga
Orang yang mencapai moksa dengan jalan Rja Marga Yoga diwajibkan mempunyai seorang guru kerohanian untuk dapat menuntun diri kearah tersebut. Ada tiga jalan yang ditempu oleh para Raja Marga Yoga, yaitu dengan melakukan tapa brata, yoga dan samadhi. Tapa Brata artinya latihan pengendalian pikiran, sedangkan Yoga dan Samadhi artinya latihan untuk dapat menyatukan Atman dengan Brahman melalui meditasi. Adapun jalan yang ditempuh untuk melakukan ajaran Raja Marga Yoga yaitu delapan tahapan yoga yeng disebut Astangga Yoga.
Pembagian Astangga Yoga:
a. Yama
Panca Yama adalah lima larangan dalam bentuk jasmani, diantaranya Ahinsa(tidak membunuh), Satya(larangan untuk berbohong),Asteya(larangan untuk menginginkan sesuatu yang bukan miliknya), Brahmacari(larangan untuk melakukan hubungan seksual/masa menuntut ilmu), dan Awiyawaharika(tidak berselisih paham).
b. Nyama
Panca Nyama adalah pengendalian diri yang bersifat rohani, diantaranya
Akrodha: tidak marah
Sauca: suci lahir batin
Guru Susrusa: hormat /bhakti kepada guru
Aharalaghawa: makan sepatutnya
Apramada: tak takabur/sombong
c. Asana
Yaitu sikap menyenang kan teratur dan disiplin
d. Pranayama
Yaitu mengatur nafas melalui tiga jalan, yaitu:
Puraka: menarik nafas
Kumbhaka: menahan nafas
Recaka: mengeluarkan nafas
e. Pratyahara
Artinya pengedalian pikran sehingga orang-orang dapat melihat hal-hal yang suci.
f. Darana
Yaitu usaha-usaha untuk menyatukan pikiran dengan sasaran yang diinginkan.
g. Dhyana
Yaitu pemusatan pikiran terhadap suatu objek
h. Samdhi
Yaitu penyatuan Atman dengan Brahman.
CATUR PURUSA ARTHA
Cara/jalan untuk mendapatkan Moksa juga diperlukan sarana dengan menempuh ajaran Catur Purusa Artha. Dijelaskan dalam kitab Sarasamuscaya 14 yang bunyinya ikang dharma ngaranya, hetuning mara ing swarga ika, kadi gatining perahu an hetuning banyaga nentasing tasik. Artinya yang disebut Dharma adalh penyebab menuju sampai ke sorga itu bagai perahu sebagai alat bagi pedagang menyebrangi lautan.
Catur Purusha Arta terdiri dari:
1. Dharma: kebenaran yang diumpamakan sebuah perahu.
2. Artha: harta benda/ kekayaanyang diumpamakan sebagai air laut.
3. Kama: keinginan yang diumpamakan sebagai pendorong/motivasi.
4. Moksa: kebebasan abadi yang diumpamakan sebagai pulau harapan/tujuan.
Tingkatan Moksa
Moksa dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu
1. Samipya
Yang dimaksud dengan Samipya adalah Moksa yang dicapai semasa hidup. Pada umumnya yang mencapai tingkatan Samipya adalah Para Maha Rsi, dengan jalan melakukan Yoga Samadhi. Beliau dapat melepaskan pengaruh maya sehingga dapat mendengar wahyu Tuhan, keberadaan atman sangat dekat dengan Tuhan.
2. Sarupya(Sadharmaya)
Adalah Moksa yang dicapai oleh orang karena kelahirannya. Atman telah mengambil suatu perwujudan tertentu namun tidak terikat oleh  pengaruh duniawi.
3. Salokya
Yaitu Moksa yang dicapai setelah meninggal dimana keberadaan Atman berada dalam posisi yang sama dengan Tuhan, Atman telah mencapai tingkatan DEWA sebagai manifestasi dari Tuhan.
4. Sayujya
Yaitu kebebasan yang tertinggi dimana Atman telah dapat bersatu dengan Tuhan/Brahman yang disebut Brahman Atman Aikyam yang artinya  Atman Dan Brahman sesungguhnya tunggal.
Istilah lain dalam pengelompokan tingkatan-tingkatan Moksa:
1. Jiwan Mukti
Adalah Moksa yang dicapai semasa hidup dimana Atman tidak terpengaruh oleh indriyanya dan unsur-unsur maya, yaitu sama dengan Samipya dan Sarupya.
2. Wideha Mukti(Karma Mukti)
Adalah Moksa yang dapat dicapai setelah meninggal dunia dimana kesadaran Atman sudah setara dengan Tuhan, tetapi belum dapat bersatu dengan Tuhan karena masih adanya pengaruh maya, Wideha sama dengan Salokya
3. Purna Mukti
Adalah kebebasan yang paling sempurna dimana Atman telah dapat bersatu dengan Tuhan, Purna Mukti sama dengan Sayujya.

Kalau ditinjau dari kebebasan yang dicapai oleh Jiwatman/Atman maka Moksa dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Moksa
Adalah kebebasan yang dicapai oleh Atman seseorang setelah meninggal tapi masih meninggalkan bekas berupa mayat.
2. Adimoksa
Adalah kebebasan yang dicapai oleh seseorang setelah meninggal dengan meninggalkan bekas berupa abu.
3. Paramoksa
Adalah kebebasan yang dicapai seseorang tanpa meninggalkan bekas apapun.

Sekian dulu postingan saya kali ini, semoga bermanfaat